Lokakarya Peninjauan kurikulum Fakultas Teknik Universitas Kadiri

Berikut adalah hasil revisi teks rilis pers Anda. Teks ini telah disesuaikan agar memenuhi semua kriteria standar keterbacaan (readability), termasuk penggunaan kalimat aktif, penambahan subjudul (H2), pemotongan paragraf panjang, dan pemendekan kalimat agar tidak melebihi 20 kata.

KEDIRI – Fakultas Teknik Universitas Kadiri sukses menyelenggarakan Lokakarya Peninjauan Kurikulum pada 29 Juli 2026. Acara ini bertujuan menyelaraskan visi keilmuan dengan disrupsi teknologi dan regulasi pendidikan tinggi terkini.

Masing-masing Kepala Program Studi (Kaprodi) memaparkan materi lokakarya secara langsung. Mereka merinci arah pembaruan strategis dari tiga program studi utama. Ketiga prodi tersebut adalah Teknik Industri, D-III Teknologi Elektro-Medis, dan Teknik Sipil.

Lokakarya ini menjadi langkah esensial bagi Fakultas Teknik. Pihak fakultas ingin memastikan rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) memenuhi standar mutu. CPL ini juga harus selaras dengan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.

Ketiga program studi sepakat mengusung satu keputusan transformatif. Mereka mengintegrasikan mata kuliah Literasi AI untuk Rekayasa sebanyak 2 SKS. Fakultas mengambil langkah serentak ini guna membekali mahasiswa dengan literasi kecerdasan buatan. Tujuannya adalah mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing. Mereka akan siap memecahkan masalah rekayasa pada era Society 5.0.

Teknik Industri: Transformasi Sistem IKM dan Ekonomi Sirkular

Kaprodi Teknik Industri mengawali sesi pertama dengan memaparkan penajaman visi keilmuan. Prodi ini berfokus pada optimalisasi sistem Industri Kecil Menengah (IKM). Mereka memilih fokus ini karena sektor IKM terbukti tangguh. IKM menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan dan mampu menyerap lulusan secara masif.

Pembaruan kurikulum ini menitikberatkan pada pengembangan industri berbasis kelestarian lingkungan. Prodi Teknik Industri mengadopsi prinsip ekonomi sirkular untuk mewujudkannya. Mereka juga tetap mempertahankan 10 butir CPL. Namun, prodi menyempurnakan narasi CPL tersebut agar lebih spesifik dan terukur.

Mata kuliah Literasi AI untuk Rekayasa akan menggantikan mata kuliah Literasi Digital. Mata kuliah baru ini bertujuan mengakselerasi identifikasi masalah dan analisis sistem. Mahasiswa juga akan belajar tentang pertanggungjawaban etis terhadap output kecerdasan buatan. Hal ini sangat penting dalam praktik profesi teknik.

D-III Teknologi Elektro-Medis: Inovasi Inklusif

Selanjutnya, Kaprodi D-III Teknologi Elektro-Medis menjabarkan visi keilmuan mereka. Prodi ini berfokus menjamin fungsi dan keandalan operasional peralatan diagnostik elektromedik. Fakultas memproyeksikan lulusan prodi ini menjadi tenaga ahli madya yang kompeten. Mereka harus mampu melahirkan inovasi yang inklusif dan adaptif. Selain itu, lulusan wajib menjunjung tinggi keselamatan pasien dan etika profesi.

Kurikulum baru mendistribusikan kompetensi secara proporsional ke dalam 66 mata kuliah. Prodi menambahkan mata kuliah Literasi AI secara khusus. Langkah ini memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pengolahan data klinis dan analisis citra medis. Mahasiswa juga akan mempelajari manajemen pemeliharaan alat kesehatan prediktif.

Prodi menuntut mahasiswa untuk benar-benar menguasai fungsi perangkat teknis. Mahasiswa juga harus piawai mengambil keputusan berbasis data (data-driven decision). Pengambilan keputusan ini harus selalu menjunjung tinggi transparansi dan integritas.

S1 Teknik Sipil: Konstruksi Berkelanjutan

Pemaparan terakhir berasal dari Kaprodi S1 Teknik Sipil, Zendy Bima Mahardana, S.T., M.T. Beliau mempertegas kekhasan program studi melalui visinya. Visi tersebut adalah “Konstruksi Berkelanjutan untuk Infrastruktur Wilayah Agraris-Industrialis”.

Prodi ini meninjau kurikulum untuk menguatkan fondasi pendidikan. Tim dosen harus bisa menelusuri setiap CPL dengan jelas. Penelusuran ini berlanjut hingga ke tahap evaluasi dan asesmen mahasiswa.

S1 Teknik Sipil mendesain kebijakan ekuivalensi yang sangat cermat. Mereka merancang transisi menuju kurikulum berbasis AI secara matang. Prodi mengintegrasikan mata kuliah Literasi AI tanpa mereduksi kompetensi teknis konvensional.

Mereka mengonsolidasikan materi gambar teknik ke dalam mata kuliah Menggambar Bangunan Sipil. Strategi ini memastikan mahasiswa tetap memiliki fundamental rancang bangun yang solid. Mahasiswa juga akan terampil mengadopsi perangkat AI untuk efisiensi proyek rekayasa sipil.

Tindak Lanjut dan Implementasi Kurikulum Baru

Panitia menutup lokakarya dengan pemantapan komitmen bersama. Seluruh pihak akan segera merealisasikan hasil peninjauan ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Dosen juga akan mulai menyempurnakan rubrik penilaian mereka. Selain itu, fakultas akan menyinkronkan matriks kurikulum dengan Sistem Informasi Akademik.

Fakultas menjadwalkan seluruh pembaruan ini berlaku efektif pada Semester Ganjil 2026/2027. Mereka menjamin keadilan bagi mahasiswa aktif dari angkatan sebelumnya. Fakultas akan menggunakan sistem peralihan yang tertata untuk mewujudkannya.

Kesuksesan lokakarya ini mencerminkan dedikasi Fakultas Teknik Universitas Kadiri. Fakultas berkomitmen menyelenggarakan pendidikan keteknikan yang relevan dan mutakhir. Pendidikan tersebut juga harus responsif terhadap kebutuhan dunia industri digital.

Melalui arah baru ini, Fakultas Teknik merasa sangat optimis. Mereka yakin bisa melahirkan insinyur dan ahli madya yang kompeten. Lulusan ini akan senantiasa menjunjung tinggi etika profesional. Mereka pun siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.

Categories: Berita Umum