Sebagai bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Kadiri (UNIK) menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri. Kerja sama ini difokuskan pada kegiatan Survei Industri Kecil Menengah (IKM) yang menjadi bagian penting dari Proyek Kajian Evaluasi Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) serta Pemetaan Sentra Potensial di wilayah Kota Kediri.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan industri di Kota Kediri selaras dengan kondisi riil di lapangan serta mampu menjawab tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah untuk Kebijakan Berbasis Data
Kegiatan survei ini melibatkan tim ahli dari Prodi Teknik Industri yang terjun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan para pelaku usaha. Fokus utama dari kajian ini adalah mengevaluasi sejauh mana rencana pembangunan industri yang telah disusun mampu menopang pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus mengidentifikasi hambatan teknis maupun manajerial yang dialami oleh para pelaku IKM.
Dengan adanya keterlibatan akademisi, proses evaluasi RPIK ini dilakukan secara ilmiah dan objektif. Data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses produksi, penggunaan teknologi, hingga akses pemasaran dan distribusi.
Pemetaan Sentra Potensial: Menemukan ‘Permata Tersembunyi’ di Kota Kediri
Salah satu agenda utama dalam proyek ini adalah pemetaan sentra industri potensial. Kota Kediri dikenal memiliki banyak klaster industri kreatif dan manufaktur skala kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Melalui pemetaan yang akurat, Pemerintah Kota Kediri melalui Disperdagin nantinya dapat memberikan intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran, seperti:
-
Pemberian pelatihan teknis yang sesuai dengan kebutuhan spesifik sentra.
-
Bantuan modernisasi alat produksi bagi klaster yang potensial.
-
Fasilitasi akses perizinan dan sertifikasi untuk meningkatkan nilai jual produk.
Menuju Industri Lokal yang Mandiri dan Berdaya Saing
Dekan Fakultas Teknik Universitas Kadiri dalam kesempatannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bukti bahwa universitas tidak berdiri sebagai “menara gading”, melainkan hadir sebagai mitra strategis pemerintah.
“Kami berharap melalui kajian ini, IKM di Kota Kediri tidak hanya mampu bertahan, tetapi naik kelas. Mahasiswa kami juga mendapatkan pengalaman berharga dalam melihat bagaimana teori-teori Teknik Industri diaplikasikan untuk memecahkan masalah nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Hasil akhir dari Proyek Kajian Evaluasi RPIK ini nantinya akan berbentuk rekomendasi strategis yang akan diserahkan kepada pihak pemerintah sebagai acuan dalam menyusun program kerja tahunan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang tangguh, inovatif, dan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Kediri.





