Fakultas Teknik Universitas Kadiri dan BMKG Kediri Perkuat Kolaborasi Pengembangan Sistem Peringatan Dini dan Teknologi Pemantauan Cuaca

Penguatan Kolaborasi Riset Mitigasi Bencana

Fakultas Teknik Universitas Kadiri menerima kunjungan delegasi BMKG Kediri. Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Teknik Universitas Kadiri. Selain itu, kedua pihak membahas penguatan riset, pengabdian masyarakat, dan penerapan teknologi meteorologi.

Kepala Stasiun BMKG Kediri memimpin langsung delegasi institusinya bersama jajaran pejabat teknis. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik menyambut rombongan bersama para Wakil Dekan dan tim dosen peneliti.

Inovasi Teknologi Berbasis IoT dan AI

Oleh karena itu, Fakultas Teknik Universitas Kadiri menawarkan sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT). Selain itu, tim peneliti juga menyiapkan inovasi Artificial Intelligence (AI) untuk analisis iklim lokal. Bahkan, para akademisi merancang infrastruktur tangguh bencana daerah.

Dekan Fakultas Teknik menegaskan komitmen fakultasnya dalam mendukung kebutuhan daerah. “Kolaborasi ini harus berjalan nyata dan solutif. Oleh sebab itu, kami merancang riset untuk menjawab tantangan pemantauan cuaca,” tegasnya.

Modernisasi Sistem Pemantauan Cuaca

Selanjutnya, BMKG Kediri memaparkan pentingnya modernisasi jaringan pemantauan cuaca lokal. Pihaknya berfokus meningkatkan keandalan sensor observasi dan efisiensi komunikasi data. Selain itu, otomasi pembaruan informasi cuaca mikro menjadi prioritas kerja sama ini.

Perwakilan BMKG Kediri menyampaikan pentingnya kerja sama dengan perguruan tinggi daerah. “Kami membutuhkan dukungan iptek secara menyeluruh. Sebab, kami mengelola instrumentasi sensor hingga pengolahan data real-time. Oleh karena itu, sinergi ini menjadi kebutuhan nyata,” ungkapnya.

Peluang Riset dan Magang Mahasiswa

Di samping itu, BMKG Kediri membuka peluang riset dan praktik kerja lapang bagi mahasiswa. Langkah ini bertujuan agar penelitian mahasiswa selaras dengan kebutuhan operasional. Sehingga, hasil inovasi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Akhirnya, kedua lembaga sepakat memperkuat sinergi demi ketahanan daerah. Kolaborasi ini mencakup sektor kebencanaan, pertanian, dan adaptasi perubahan iklim.

Categories: Berita Umum