Dosen Teknik Universitas Kadiri Sukses Uji Coba Stasiun Cuaca IoT di Stasiun Meteorologi Dhoho

KEDIRI – Tim dosen Fakultas Teknik Universitas Kadiri kembali menorehkan inovasi teknologi. Mereka sukses menguji purwarupa Automatic Weather Station (AWS) berbasis IoT. Tim peneliti ini beranggotakan Eko Siswanto, Dr. Sony Susanto, dan Fitry Rahmawaty. Mereka melakukan uji coba langsung di Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho, Kabupaten Kediri.

Riset Inovatif Berbasis Eco-Hydrology

Kegiatan penelitian ini mulai berjalan sejak bulan April 2026. Fokus utamanya adalah pengembangan sistem IoT untuk pemantauan parameter hidrologi. Melalui riset ini, tim berhasil merakit alat pemantau cuaca berbiaya rendah. Alat tersebut mampu merekam curah hujan dan suhu udara. Selain itu, sistem juga membaca kelembapan dan tekanan udara secara real-time.

Sinergi dengan Stasiun Meteorologi Dhoho

Kepala Stasiun Meteorologi Dhoho, Lukman Soleh, menyambut baik inovasi ini. Beliau memfasilitasi riset akademik ini secara penuh. Selama uji coba, tim menempatkan satu unit purwarupa AWS di stasiun. Pihak stasiun juga memberikan akses data cuaca historis dan terbaru. Tim peneliti menggunakan data tersebut untuk mengalibrasi instrumen mereka.

Hasil Uji Coba yang Akurat

Tim melakukan pengujian melalui metode perbandingan secara berdampingan. Mereka membandingkan purwarupa tersebut dengan instrumen standar BMKG selama 30 hari. Selanjutnya, peneliti menganalisis performa alat menggunakan parameter RMSE dan MAPE. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi yang sangat memuaskan. Tingkat kesalahan instrumen buatan kampus ini berada di bawah 10 persen. Angka ini berhasil memenuhi target awal penelitian.

Solusi Pengelolaan Air Berkelanjutan

Selama proses riset berlangsung, operasional harian stasiun cuaca tetap berjalan lancar. Keberhasilan kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam penyediaan teknologi mutakhir. Ke depannya, masyarakat luas dapat memanfaatkan sistem yang hemat biaya ini. Teknologi ini sangat mendukung kajian eco-hydrology dan pengelolaan sumber daya air. Selain itu, alat ini juga membantu upaya konservasi daerah aliran sungai secara berkelanjutan.

Categories: Berita Umum