KEDIRI – Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Kadiri, terus mempertegas komitmen dan kontribusi nyatanya dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Melalui langkah sinergis bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, pekan ini tim dosen dan peneliti dari Fakultas Teknik secara resmi memaparkan Laporan Antara untuk dua kajian strategis daerah, yakni Kajian Potensi Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Kediri dan Evaluasi Rencana Pembangunan Industri Kota Kediri (RPIK) Tahun 2026.
Kerja sama strategis ini merupakan manifestasi dan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Kediri dan Fakultas Teknik Universitas Kadiri yang telah disepakati pada Desember 2025 silam. Ruang lingkup kerja sama ini mencakup optimalisasi peran perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui mekanisme penunjukan langsung oleh Disperdagin Kota Kediri, tim pakar dari Prodi Teknik Industri diberikan mandat dan kepercayaan penuh untuk merumuskan dokumen kajian komprehensif. Dokumen ini nantinya akan menjadi landasan akademis sekaligus bahan pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan pengembangan sentra industri dan tata ruang perwilayahan industri di Kota Kediri untuk periode mendatang.
Agenda pemaparan Laporan Antara ini berlangsung dinamis dan interaktif di hadapan Tim Kajian bentukan pemerintah kota. Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta perwakilan pemerintah tingkat kelurahan se-Kota Kediri. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini bertujuan untuk menjaring masukan, menyelaraskan data lapangan, dan memastikan kajian yang dibuat benar-benar representatif terhadap kondisi riil masyarakat.
Dalam sesi krusial tersebut, tim peneliti memaparkan hasil sementara dari proses pemetaan dan identifikasi sebaran sentra IKM unggulan yang melingkupi tiga wilayah kecamatan utama di Kota Kediri, yaitu Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Pesantren. Pemetaan ini didasarkan pada survei lapangan yang mendalam, wawancara langsung dengan para pelaku industri, serta pengumpulan data primer dan sekunder yang diolah secara presisi.
Lebih dari sekadar proyek penelitian dosen, kajian ini menjadi implementasi nyata dari konsep kolaborasi lintas elemen. Tim ahli Teknik Industri Universitas Kadiri yang terjun langsung terdiri atas tenaga pendidik dengan kepakaran khusus di bidang teknik industri, pemodelan sistem, dan analisis statistik. Menariknya, proyek ini juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa yang ditugaskan sebagai surveyor dan asisten peneliti di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa dalam evaluasi industri skala kecil dan menengah ini sangat sejalan dengan napas Tri Dharma Perguruan Tinggi serta semangat Merdeka Belajar. Melalui skema ini, proses transformasi akademik tidak hanya terkungkung di dalam ruang kelas atau laboratorium kampus. Mahasiswa mendapatkan eksposur langsung ke dunia industri, melatih kepekaan sosial ekonomi, dan memperoleh pengalaman kerja nyata yang terintegrasi. Mereka berkontribusi mengumpulkan data krusial yang pada akhirnya bermuara pada perumusan kebijakan publik oleh pemerintah daerah.
Ke depannya, proses kajian dan evaluasi ini akan terus disempurnakan berdasarkan masukan dari forum Laporan Antara hingga mencapai tahap finalisasi penyusunan Laporan Akhir. Hasil akhir dari kajian strategis ini diharapkan dapat menjadi kompas dan acuan presisi bagi Pemerintah Kota Kediri. Khususnya, dalam merumuskan kebijakan yang responsif dan terukur terkait percepatan pertumbuhan, pengembangan kapasitas, dan pemerataan penyebaran sentra IKM lokal. Di saat yang bersamaan, dokumen ini akan menjadi pijakan evaluasi esensial untuk memperbarui dan merancang Rencana Pembangunan Industri Kota Kediri (RPIK) yang lebih adaptif dan berdaya saing pada periode pemerintahan mendatang.

