KEDIRI – Program Studi S1 Teknik Industri (TI) Fakultas Teknik Universitas Kadiri (FT UNIK)
memantapkan visi keilmuannya untuk Menjadi pusat unggulan pendidikan dan riset Teknik
Industri yang berfokus pada optimalisasi sistem IKM berbasis prinsip ekonomi sirkular untuk
mewujudkan keberlanjutan lokal dan global. Visi ini merupakan respons langsung terhadap
realitas ekonomi dan tantangan industri di wilayah Karesidenan Kediri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan
adalah pilar utama perekonomian Karesidenan Kediri. Kontribusinya terhadap PDRB sangat
signifikan, seperti di Kabupaten Tulungagung (24,16%), Kabupaten Kediri (23,06%), dan
Trenggalek (19,42%).
“Fokus pada industri pengolahan, khususnya IKM, bukanlah pilihan sempit, melainkan
respons strategis terhadap struktur ekonomi regional yang nyata,” jelas analisis internal
Teknik Industri FT UNIK
IKM sendiri terbukti sebagai mesin pertumbuhan yang dinamis. Data Disperdagin Kota
Kediri mencatat 1.084 IKM produk unggulan pada 2021, tumbuh 8,84% dari tahun
sebelumnya. Sektor makanan-minuman (Mamin) seperti olahan tahu, tempe, dan keripik
menjadi penyumbang lebih dari 50% pertumbuhan unit usaha baru.
Namun, dua sektor unggulan ini, sektor Mamin dan Tekstil menghadapi paradoks
keberlanjutan. Industri tahu, tempe, dan tapioka menghasilkan limbah cair dan padat dalam
volume tinggi, sementara industri batik dan tenun menghasilkan limbah cair yang berpotensi
mengandung logam berat. Studi kasus di Kabupaten Kediri menemukan praktik
pembuangan limbah cair tahu langsung ke sungai, sementara 25 IKM tapioka di satu desa
menghasilkan 12 ton limbah padat per hari.
Visi Teknik Industri FT UNIK hadir untuk memecahkan tantangan ini. Konsep “ekonomi
sirkular” diterapkan sebagai solusi praktis yang mengubah limbah menjadi sumber daya dan
keuntungan. Contoh nyata adalah pengolahan limbah cair tahu menjadi biogas untuk bahan
bakar produksi, sementara limbah padatnya diolah menjadi pelet pakan ikan, menciptakan
aliran pendapatan baru.
“Ekonomi sirkular adalah katalis strategis. Ia mengubah pengelolaan limbah dari pusat biaya
menjadi pusat pendapatan, yang pada akhirnya mendanai optimalisasi sistem IKM secara
keseluruhan,” tambahnya.
Koneksi Alumni: Jejak Lulusan di Ekosistem IKM
Visi ini diperkuat oleh data *Tracer Study*. Lulusan S1 Teknik Industri Universitas Kadiri
telah secara alami bergerak ke dalam ekosistem manufaktur dan produksi. Visi baru ini akan
mempertajam keahlian mereka agar lebih relevan dan berdaya saing tinggi.
Visi ini juga selaras dengan prioritas nasional, yaitu Peta Jalan Ekonomi Sirkular Nasional yang memprioritaskan sektor pangan dan tekstil, serta program “Making Indonesia 4.0” yang mendorong digitalisasi dan pemberdayaan UMKM/IKM.
Dengan visi ini, lulusan Teknik Industri FT UNIK tidak hanya dicetak untuk mengisi posisi seperti Quality Control dan Produksi di industri, tetapi juga menjadi agen transformasi dan wirausaha yang mampu membangun IKM masa depan yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.


